NILAI-NILAI SOSIAL DAN SPIRITUAL DALAM TRADISI MULANG-MULANGKAN MASYARAKAT MELAYU SAMBAS DI DESA MENSERE KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS
Keywords:
social values, spiritual values, Mulang-Mulangkan tradition, Sambas Malay community, local wisdomAbstract
This This study was motivated by the importance of preserving local traditions as cultural heritage that contain social and spiritual values for community life. The Mulang-Mulangkan tradition is one of the cultural traditions of the Sambas Malay community that continues to be practiced and plays a significant role in strengthening social relationships and instilling religious values. This research aims to describe the social values embedded in the Mulang-Mulangkan tradition, identify the spiritual values contained within it, and explore community perceptions regarding the meaning and importance of this tradition in their daily lives. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research participants consisted of the village head, religious leaders, community leaders, and local residents who understood and actively participated in the implementation of the Mulang-Mulangkan tradition. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain an in-depth understanding of the phenomenon under study. The findings reveal that the Mulang-Mulangkan tradition embodies social values such as togetherness, mutual cooperation, solidarity, kinship, mutual respect, and the maintenance of social harmony among community members. The spiritual values reflected in this tradition include gratitude to Allah SWT, sincerity, patience, prayer, the strengthening of social bonds through silaturahmi (maintaining relationships), and awareness of the importance of building a harmonious life in accordance with Islamic teachings. The people of Mensere Village hold highly positive perceptions of this tradition, considering it not merely a cultural practice but also a medium for social and spiritual education that reinforces the cultural identity of the Sambas Malay community and promotes social cohesion amid the challenges of modernization.
Downloads
References
Ahadi Sulissusiawan. 2015. “Makna Simbolik Pantun Dalam Tradisi.” Litera, Vol. 14, No. 1.
Ahmad Fauzan. 2021. “Eksplorasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Mulang-Mulangkan pada Masyarakat Melayu Sambas: Studi Kasus di Desa Sungai Kelambu, Kabupaten Sambas.” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Ani Nuraini, Ute Lies Siti Khadijah, dan Saleha Radiah. 2023. “Dokumentasi Pelaksanaan Tradisi Hajat Laut Pada Media E-booklet Dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal Kabupaten Pangandaran.” Jurnal Artefak, Vol. 10, No. 1.
Ani Nuraini, Ute Lies Siti Khadijah, dan Saleha Radiah. 2023. “Dokumentasi Pelaksanaan Tradisi Hajat Laut Pada Media E-booklet Dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal Kabupaten Pangandaran.” Jurnal Artefak, Vol. 10, No. 1.
Dewi, Nurul Kemala, dan Suharto. 2015. “Menggambar Ragam Hias Lombok Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal: Suatu Kajian Berdasarkan Pandangan Ki Hajar Dewantara.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 10, No. 2.
Dewi, Nurul Kemala, dan Suharto. 2023. “Menggambar Ragam Hias Lombok Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal: Suatu Kajian Berdasarkan Pandangan Ki Hajar Dewantara.” Jurnal Pendidikan Seni, Vol. 5, No. 2.
Dewi, Nurul Kemala, dan Suharto. 2023. “Menggambar Ragam Hias Lombok Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal: Suatu Kajian Berdasarkan Pandangan Ki Hajar Dewantara.” Jurnal Pendidikan Seni, Vol. 5, No. 2.
Ki Hajar Dewantara. 2004. Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka. Yogyakarta: UST Press.
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Notonegoro. 2000. Pancasila Secara Ilmiah Populer. Jakarta: Bumi Aksara.
Nur Atin Amalia dan Dyan Agustin. 2022. “Peranan Pusat Seni Dan Budaya Sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal.” Sinektika: Jurnal Arsitektur, Vol. 19, No. 1.
Nuraini, Ani, dkk. 2023. “Dokumentasi Pelaksanaan Tradisi Hajat Laut Pada Media E-booklet Dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal Kabupaten Pangandaran.” Jurnal Artefak, Vol. 10, No. 1.
Nurul Kemala Dewi dan Suharto. 2023. “Menggambar Ragam Hias Lombok Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal: Suatu Kajian Berdasarkan Pandangan Ki Hajar Dewantara.” Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, Vol. VIII.
Parsudi Suparlan. 2004. Kemiskinan di Perkotaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rahmat Hidayat. 2020. “Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Mulang-Mulangkan pada Kehidupan Masyarakat Melayu Sambas di Desa Pangkalan Kongsi, Kabupaten Sambas.” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Siti Aisyah. 2023. “Tradisi Mulang-Mulangkan sebagai Media Pendidikan Islam: Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Masyarakat Melayu Sambas di Desa Tebas Sungai.” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Soerjono Soekanto. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
Sugiyono. 2020. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulissusiawan, Ahadi. 2015. “Makna Simbolik Pantun Dalam Tradisi.” Litera, Vol. 14, No. 1.
Wiyanda Vera Nurfajriani, dkk. 2024. “Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Vol. 10


