PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA  (Lactuca sativa L.) DI GREEN HOUSE FMIPA UPG 1945 NTT

Authors

  • Adelina Tallo UPG 1945 NTT Author
  • Nur Aini Bunyani UPG 1945 NTT Author
  • Maya F. Roman UPG 1945 NTT Author
  • Deglory Tunmuni UPG 1945 NTT Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.21367985

Keywords:

PGPR, liquid organic fertilizer, lettuce, plant growth, Lactuca sativa, L.

Abstract

This study was conducted over a three-month period, from November 2025 to January 2026, at the FMIPA UPG 1945 NTT greenhouse in Oebobo District, Kupang City. The research aimed to determine the effect of applying Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) liquid organic fertilizer on the growth and yield of lettuce (*Lactuca sativa* L.) and to identify the most effective dosage. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, featuring five treatments and six replications. The treatments consisted of P0 (control without PGPR), P1 (150 ml/liter of water), P2 (250 ml/liter of water), P3 (350 ml/liter of water), and P4 (450 ml/liter of water). Observed parameters included plant height, number of leaves, and fresh weight of the lettuce plants. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. The results indicated that the application of PGPR liquid organic fertilizer had a highly significant effect on lettuce growth and yield. The best results were obtained with a dosage of 450 ml/liter of water (P4), yielding an average plant height of 24.80 cm, 22.50 leaves, and a fresh weight of 134.67 grams. The enhanced plant growth is attributed to the ability of PGPR to increase nutrient availability, improve soil biological conditions, and produce growth hormones such as auxins, gibberellins, and cytokinins. Thus, the use of PGPR liquid organic fertilizer offers an environmentally friendly bio-fertilizer alternative for sustainably increasing lettuce productivity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adlian, A., Pratiwi, R., & Santoso, B. (2023). Budidaya selada di berbagai ketinggian: Persyaratan tanah dan manajemen udara. Jurnal Agronomi dan Hortikultura, 15(2), 78–89.

Beneduzi, A., Ambrosini, A., & Passaglia, L. M. P. (2012). Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR): Their potential as antagonists and biocontrol agents. Genetics and Molecular Biology, 35(4), 1044–1051.

Candraningtyas, S., & Indrawan, I. (2023). Pupuk hayati PGPR: Strategi pengurangan pupuk anorganik dan peran multifungsi dalam pertanian berkelanjutan. Jurnal Pertanian Organik Indonesia, 11(1), 34–45.

Duaja, M., dkk. (2012). Budidaya sayuran daun: Selada dan varietas unggul. Penerbit IPB Press.

Everaarts, D. I. A., & De Putter, H. (2015). Pengaruh jenis tanah dan pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L.) pada kondisi dataran rendah tropis. Jurnal Ilmu Hortikultura & Bioteknologi, 90(3), 345–352.

Hendarto, E., dkk. (2019). Pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman.

Hidayat, A., & Suprapto, S. (2020). Pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman dan kandungan nutrisi N, P, K. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(1), 45–52.

Izhar, T. (2023). Budidaya tanaman selada di dataran tinggi Indonesia: Persyaratan iklim dan pemeliharaan. Jurnal Hortikultura Indonesia, 14(1), 56–67.

Kurniasari, D., dkk. (2021). Peran Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan ketersediaan unsur hara. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 9(2), 115–123.

Masullang, R., Runtunuwu, S., & Rogi, J. E. X. (2019). Pengaruh penggunaan zat pengatur tumbuh auksin (IAA) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.). Jurnal Agroteknologi, 1(1), 1–8.

Nugroho, A. D., dkk. (2023). Perubahan pola konsumsi sayuran selama pandemi: Studi kasus selada hijau berdasarkan data BPS 2020–2022. Jurnal Gizi Indonesia, 51(1), 23–34.

Nurmayulis, dkk. (2014). Upaya peningkatan produksi tanaman selada untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Jurnal Pertanian Terpadu, 2(1), 15–25.

Saidy, A. R. (2018). Peran mikroorganisme dan fauna tanah dalam dekomposisi bahan organik.

Sari, D. K., & Suprapto, H. (2021). Pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) di lahan kering. Jurnal Hortikultura Indonesia, 12(2), 89–97.

Santoso, U., & Afriani, R. (2014). Karakteristik morfologi daun selada varietas lokal Indonesia. Jurnal Hortikultura Indonesia, 5(2), 112–120.

Santoso, U., & Kuderi, A. (2013). Reproduksi tanaman selada: Perbungaan dan karakteristik biji achene. Jurnal Hortikultura Indonesia, 4(2), 78–86.

Santoso, U., & Pracaya, A. (2012). Budidaya selada varietas lokal: Morfologi batang dan adaptasi lingkungan. Jurnal Hortikultura Indonesia, 3(1), 34–42.

Santoso, U., & Widodo, S. (2015). Sayuran daun: Budidaya dan pemanfaatan selada (Lactuca sativa L.) di Indonesia. Jurnal Hortikultura Indonesia, 6(1), 45–56.

Supriyono, S., Wijaya, A., & Pratiwi, D. (2022). Aplikasi pupuk hayati berbasis Azospirillum sp., Azotobacter sp., dan Bacillus sp. pada pertumbuhan tanaman jagung: Substitusi hara dan peningkatan hasil. Jurnal Agronomi Indonesia, 50(3), 201–212.

Utami, S. N. H., & Suryono, S. (2021). Peran pupuk organik dari limbah hewan dan tanaman dalam restorasi kesuburan tanah tropis. Jurnal Agronomi Indonesia, 49(1), 67–75.

Wanantari, I., Widodo, S., & Nugroho, A. (2022). Peran PGPR rhizosfer bambu dalam mendukung simbiosis Rhizobium: Peningkatan bintil akar dan produktivitas tanaman legum. Jurnal Agronomi dan Agroekoteknologi, 6(1), 45–56.

Yulistiana, D., Pratiwi, R., & Nugroho, A. (2020). Hormon sintesis tumbuh oleh PGPR dari akar bambu: Peran Bacillus spp. dan Pseudomonas fluorescens dalam pupuk hayati. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 12(3), 145–156.

Zaki, M., & Hadi, S. (2020). PGPR: Alternatif biopestisida dan biofertilizer untuk pertanian ramah lingkungan. Penerbit IPB Press.

Downloads

Published

2026-07-15