CORE-PLASMA-BANK PARTNERSHIPS IN THE PLANTATION SECTOR AFTER THE JOB CREATION LAW FROM THE PERSPECTIVE OF LEGAL CERTAINTY AND PROTECTION IN THE STATEWELFARE LAW

Authors

  • Yustinus Lambang Setyo Putro Doctoral Student Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Siti Nur Azizah Professor Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Gunawan Widjaja Senior Lecturer Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author
  • Dyah Ersita Yustanti Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Indonesia Author

Keywords:

Plantation Partnership, Tripartite partnership, Plasma Smallholders, Core Company, Bank

Abstract

This research analyses legal certainty, legal protection, and tripartite legal responsibility in core–plasma–bank partnerships in the plantation sector after the enactment of the Job Creation Law. The reforms removed the explicit statutory obligation to provide 20% plasma smallholder area contained in the 2014 Plantation Law and shifted it into a regime of facilitation and private contracts, thereby increasing normative ambiguity and weakening the bargaining position of plasma farmers. Using a normative juridical method that combines statutory and conceptual analysis, comparative law, and case studies, the research finds that existing norms do not yet provide adequate guarantees for plasma farmers. In practice, tripartite arrangements often transfer credit risk to plasma farmers as direct debtors, while effective control over land, technology, and marketing remains with the core company and, through loan covenants, the Bank. The novelty of the dissertation lies, first, in demonstrating how the removal of the 20% obligation materially erodes smallholder protection, and second, in formulating the Equitable Tripartite Partnership Theory (TKTB), which positions the bank as a party to the partnership whenever financing is a constitutive element of the scheme. Comparative experience from Malaysia and the Philippines supports a more proportional role for banks through credit-guarantee schemes and contract oversight. The study recommends positivising TKTB in licensing, standard contracts, supervision, and credit-guarantee design so as to realise contractual justice and effective protection for plasma farmers in line with Pancasila and Article 33 of the 1945 Constitution.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Sumber Buku

1. Ali, Achmad. Menguak Teori hukum dan Teori Peradilan, Jakarta: Kencana Prenada Group, 2012.

2. Ali, Mukti. Perbandingan Konsep Negara Hukum, Jakarta: Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2017.

3. Anshori, Abdul Ghofur. Filsafat Hukum, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2006.

4. Aristoteles, Nicomachean Ethics: Sebuah Kitab Suci Etika, terjemahan Embun Kenyowati, Jakarta: Teraju, 2004.

5. Arizona, Yance. Masyarakat Adat dan Putusan MK 35/2012, Yogyakarta: Sajogyo Institute, 2014.

6. Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press, 2005.

7. Asshiddiqie, Jimly. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers, 2019.

8. Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2005.

9. Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2006.

10. Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

11. Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi Ekonomi, Jakarta: Kompas, 2010.

12. Asshiddiqie Jimly. Konstitusi dan Negara Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2017.

13. Bakri, Muhammad. Hak Menguasai Tanah oleh Negara: Paradigma Baru untuk Reforma Agraria, Malang: UB Press, 2011.

14. Berki, R.N. The History of Political Thought, A Short Introduction. London: JJ Dent & Sons, Everyman’s University Library, 1988.

15. Budiardjo, Miriam. Masalah Kenegaraan. Jakarta: Gramedia, 1982.

16. Budiarto, Agus. Hukum Perusahaan di Indonesia, Yogyakarta: Liberty, 2015.

17. Christiawan, Rio. Pendidikan Pancasila dan Pluralisme. Jakarta: Kencana, 2021.

18. Christiawan, Rio. Pengantar Ilmu Hukum, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2021

19. Cottingham, John. Western Philosophy, An Anthology, Oxford-UK: Blackwell, 1996.

20. Cranston, Ross. Principles of Banking Law, Oxford: Oxford University Press, 2017.

21. Diniyanto, Dani Muhtada dan Ayon. Dasar-Dasar Ilmu Negara, Semarang: BPFH UNNES, (Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang), 2018

22. Erwin, Muhammad. Filsafat Hukum: Refleksi Kritis terhadap Hukum dan Hukum Indonesia (Dalam Dimensi Ide dan Aplikasi), Jakarta: Rajawali Press, 2016.

23. Fauzi, Ahmad. Palm Oil Development in Malaysia: A Policy Analysis, Kuala Lumpur: University Malaya Press, 2015.

24. Friedmann, W. Teori dan Filsafat Hukum, (Legal Theori), Susunan I, diterjemahkan oleh Mohamad Arifin, Cetakan Kedua, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993.

25. Fuady, Munir. Doktrin-doktrin Modern dalam Corporate Law dan Eksistensinya dalam Hukum Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2002.

26. Hadjon, Philipus M. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat- Sebuah Studi Tentang Prinsip prinsipnya, Penanganannya Oleh Pengadilan Dalam Lingkungan Peradilan Umum Dan Pembentukan Peradilan Administrasi Negara, Surabaya: Bina Ilmu, 1987.

27. Hadjon, Philipus M. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia: Sebuah Studi tentang Prinsip-prinsipnya. Surabaya: Bina Ilmu, 1987.

28. Hadjon, Philipus M.. Pengkajian Ilmu Hukum Normatif: Dalam Negara Hukum Kesejahteraan. Surabaya: Fakultas Hukum Universitas Airlangga, 2007.

29. Hage, Jaap. Studies in Legal Logic. Dordrecht: Springer, 2005.

30. Harahap, Yahya. Hukum Perseroan Terbatas, Jakarta: Sinar Grafika, 2011.

31. Harahap, M. Yahya. Segi-Segi Hukum Perjanjian, Bandung: Alumni, 1986.

32. Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah, Pembentukan, dan Pelaksanaannya, Jakarta: Djambatan, 2003.

33. Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan UUPA, Isi, dan Pelaksanaannya, Jakarta: Djambatan, 2008.

34. Hasan, Djuhaendah. Lembaga Jaminan Kebendaan bagi Tanah dan Benda Lain yang Melekat pada Tanah, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1996.

35. Haq, Hilman S. Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

36. Hermansyah, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta: Prenada Media, 2006.

37. Hernoko, Agus Yudha. Hukum Perjanjian Asas Proporsionalitas Dalam Kontrak Komersial, Yogyakarta: Laksbang Mediatama, 2008.

38. Hernoko, Agus Yudha. Hukum Perjanjian: Asas Proporsionalitas dalam Kontrak Komersial, Jakarta: Kencana, 2010.

39. Jomo K.S., The Nucleus Estate and Smallholder Schemes in Malaysia, Kuala Lumpur: Oxford UP, 1987.

40. Kaelan, Pendidikan Pancasila (asas kekeluargaan dan keadilan sosial), Yogyakarta: Paradigma, 2013.

41. Kaelan, Filsafat Pancasila: Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Yogyakarta: Paradigma, 2014.

42. Khairandy, Ridwan. Hukum Kontrak Indonesia, Yogyakarta: FH UII Press, 2013.

43. Kusnadi, Dedi. Konflik Agraria dan Kemitraan Perkebunan di Indonesia, Jakarta: Yayasan Obor, 2018.

44. Kusumaatmadja, Mochtar. Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan. Bandung: Alumni, 2002.

45. Kusumaatmadja, Mochtar. Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan, Bandung: Binacipta, 1976.

46. Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Jakarta: Gramedia, 2011.

47. Lemek, Jeremies. Mencari Keadilan Pandangan Kritis Terhadap Penegakkan Hukum di Indonesia, Yogyakarta: Galang Press, 2007.

48. MD, Mahfud. Politik Hukum di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

49. MD, Moh. Mahfud. Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi, Jakarta: LP3ES, 2009.

50. MD, Moh. Mahfud. Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi, Jakarta: Rajawali, 2010.

51. Manan, Bagir. Teori dan Politik Konstitusi. Jakarta: FH UII Press, 2004.

52. Muntoha, Negara Hukum Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945, Bantul: Kaukaba, 2013.

53. Mertokusumo, Sudikno. Mengenal Hukum: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Liberty, 2002.

54. Merton, Robert K. Social Theory and Social Structure, New York: Free Press, 1968.

55. Nasution, Muhammad Syukri Albani. Hukum dalam Pendekatan Filsafat, Ctk. Kedua, Jakarta: Kencana, 2017.

56. Notonagoro, Pancasila: Dasar Falsafah Negara, Jakarta: BP-7, 1984.

57. Notonagoro, Pancasila: Dasar Falsafah Negara, Yogyakarta: BPFE, 1992.

58. Notonegoro, Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Jakarta: Bina Aksara, 1984

59. Putzel, James. A Captive Land: The Politics of Agrarian Reform in the Philippines, London: Catholic Institute for International Relations, 1992.

60. Radbruch, Gustav. Legal Philosophy, trans. Kurt Wilk, (Indianapolis: Bobbs-Merrill, 1950.

61. Rahardjo, Satjipto. Hukum Progresif, Yogyakarta: Genta, 2010.

62. Rahardjo, Satjipto. Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia, Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.

63. Rahardjo, Satjipto. Hukum dan Masyarakat. Bandung: Angkasa, 2007.

64. Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.

65. Rahardjo, Satjipto. Hukum dan Perubahan Sosial, Bandung: Alumni, 2007.

66. Rahardjo, Satjipto. Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan, Jakarta: Kompas, 2009.

67. Rajagukguk, Erman. Hukum Perusahaan di Indonesia, Jakarta: FH-UI Press, 2000.

68. Rawls, John. Teori Keadilan, terjemahan oleh Uzair Fauzan dan Heru Prasetyo Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019.

69. Rawls, John. A Theory of Justice; Teori Keadilan, Penterjemah :Uzair Fauzan & Heru Prasetyo Edisi cetakan III, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2019.

70. Santoso, Urip. Hukum Agraria dan Hak-Hak Atas Tanah, Jakarta: Kencana, 2012.

71. Satrio, J. Hukum Perikatan: Perikatan yang Lahir dari Perjanjian, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1992.

72. Setiawan, R. Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Bandung: Binacipta, 1979.

73. Sidharta, Bernard Arief. Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum, Bandung: Mandar Maju, 2000.

74. Shidarta, Dardji Darmodihardjo. Pokok-Pokok Filsafat Hukum, Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Cet. Ke-2, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

75. Soejono Koesoemo Sisworo, Cita Hukum Pancasila dan Relevansinya dalam Hukum Nasional, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1997.

76. Soekanto, Soerjono. Sosiologi Hukum: Suatu Pengantar, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011.

77. Soemitro. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 1990.

78. Soepomo, Sistem Hukum Nasional, Jakarta: BPHN, 1985.

79. Soetrisno, Kemitraan dan Pola Hubungan Usaha Besar–Kecil, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1997.

80. Subekti, Hukum Perjanjian, Jakarta: Intermasa, 2002.

81. Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa, 2003.

82. Subhi, Ahmad Mahmud. Filsafat Etika, Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2001.

83. Sumardjono, Maria S.W. Tanah dalam Perspektif Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Jakarta: Kompas, 2008.

84. Sumardjono, Maria S.W. Kebijakan Pertanahan: Antara Regulasi dan Implementasi, Jakarta: Kompas, 2001.

85. Sumaryono, E. Etika Hukum (Relevansi Teori Hukum Kodrat Thomas Aquinas), Yogyakarta: Kanisius, 2000.

86. Tarumingkeng, Rudy C. Grand Theory, Middle Theory, dan Operational Theory dalam Penelitian, Bogor: RUDYCT e-PRESS, Oktober 2024.

87. Usman, Rachmadi. Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia, Jakarta: Gramedia, 2001.

88. Wahyono, Padmo. Konsep Yuridis Negara Hukum Indonesia. Jakarta: UI Press, 1998.

89. Widjaya, Gunawan. Kemitraan Usaha dalam Perspektif Hukum Bisnis, Jakarta: Kencana, 2012.

90. Widjaya, Gunawan. Seri Hukum Bisnis: Beberapa Kajian, Jakarta: Kencana, 2008.

91. Widjaja, Gunawan. Kemitraan dan Waralaba, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003.

92. Widjaja, Gunawan dan Ahmad Yani, Jaminan Fidusia, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

93. Wijanarko, Hotma P. Sibuea dan Dwi Seno. Dinamika Negara Hukum, Depok: Rajawali Pers, 2021.

94. Yaacob, Mohd. Fauzi. Felda: 50 Years of Resettling the Landless Poor in Malaysia, Kuala Lumpur: FELDA, 2006..

95. Yamin, Muhammad. Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1982.

96. Yusof, Basiron. Palm Oil: Development and Performance in Malaysia and Indonesia, Kuala Lumpur: MPOC, 2007.

B. Jurnal dan Artikel Ilmiah

1. Arizona, Yance. “Problematika Penegakan Hukum dalam Konflik Perkebunan,” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, Vol. 26 No. 2 (2019), hlm. 312, Tahun 2019.

2. Arum, Giovanni Aditya. “Konsep Keadilan (Iustitia) Perspektif St. Thomas Aquinas dan Relevansinya Bagi Pemaknaan Sila V Pancasila”, Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi, 10, 1, 2019.

3. Asshiddiqie, Jimly. Gagasan Negara Hukum Indonesia, Makalah, BPHN, tahun 2012

4. Eusebius Pantja Pramudya, Incentives for Palm Oil Smallholders in Mandatory Certification in Indonesia, MDPI, Volume 11 Issue 4 10.3390/land11040576, Published: 14 April 2022.

5. Goad, Vermeulen. Partnership Innovation for Strengthening Smallholder Oil Palm Plantations, Journal Analysis of Palm Oil Strategic Issues English Edition Volume IV, No. 23 30 April, 2024.

6. Hardianto; Mohammad Arif; Dachran S. Busthami. “Pengawasan KPPU pada Perjanjian Kemitraan Inti-Plasma Kelapa Sawit Manajemen Satu Atap di Indonesia.” Journal of Lex Generalis (JLG), Vol. 3, No. 1, Januari 2022.

7. Hernoko, Agus Yudha. Asas Proporsionalitas sebagai Dasar Keadilan Kontraktual, Jurnal Hukum, Vol. 15, No. 1, 2008.

8. Indriani, M., & Kurniawan, A. (2023). Risiko Ekonomi dan Sosial Petani Plasma dalam Implementasi UU Cipta Kerja. Jurnal Ekonomi dan Hukum, 10 (3), 200-210 Tahun 2023.

9. Irawan, “Model Kemitraan Sawit Berbasis Keadilan di Musi Banyuasin,” Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 49 No. 1 Tahun 2019

10. Kusumawati, L. (2022). Perlindungan Hukum Petani dalam Kemitraan Perkebunan, Jurnal Hukum Agraria, 15(2), 123-135.

11. Morales, Maria C. “Agrarian Reform Partnerships in the Philippines,” Journal of Rural Development, Vol. 32 No. 4 (2017), hlm. 223, Tahun 2017.

12. Mulyono, B. (2024). Strategi Mitigasi Risiko dalam Kemitraan Perkebunan Pasca Revisi Regulasi. Jurnal Manajemen Agribisnis, 18(1), Tahun 2024.

13. NF Aziz dkk., “Barriers and Benefits Arising from the Adoption of [MSPO]”, Sustainability Vol. 13 No. 18 (2021) Tahun 2021.

14. Purwanto, A. (2021). Kepastian Hukum dalam Pengembangan Kemitraan Petani Plasma. Jurnal Hukum Agraria, 16(3), 145-160, Tahun 2021.

15. Ranti, Sakirah, A. Oddang, dan Kamiruddin Kamiruddin Amin. “Contract Farming Model Inti-Plasma: Bentuk Kemitraan dan Tinjauan Hukum Islam.” Ditulis di JUREMI – Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen dan Informatika, Vol. 4, No. 1, Juli 2024.

16. Riswanto, Agus dkk. Politik Hukum Penguatan Fungsi Negara untuk Kesejahteraan Rakyat (Studi Tentang Konsep dan Praktik Negara Kesejahteraan menurut UUD 1945), Jurnal Hukum dan Peradilan, Volume 6, No. 3, 2017.

17. Sari, D. (2023). Revisi Regulasi Kemitraan dan Perlindungan Petani Pasca UU Cipta Kerja. Jurnal Perkebunan, 63(1), tahun 2023.

18. Siti Sumartini, Nurwahyuni, dan Saeful Kholik, “Kedudukan Hukum Dalam Perspektif Negara Hukum Modern,” Jurnal Suara Hukum, Vol. 4, No. 1 Tahun 2022.

19. Steven Raja Ingot, Kiki Verico, Global Value Chains (GVC) Pada Komoditi Primer Dan Manufaktur: Studi ASEAN 6, Cendekia Niaga, Journal of Trade Development and Studies p-ISSN 2548-3137, e-ISSN 2548-3145 tahun 2021.

20. Syuhada, Otong. Karakteristik Negara Hukum Pancasila yang Membahagiakan Rakyatnya, Journal Presumption of Law, Vol. 3 No. 1, April 2021, Fakultas Hukum Universitas Majalengka, Tahun 2021.

21. Wahono, “Perjalanan Menuju Kebahagiaan Sejati (Filsafat Moral Thomas Aquinas)”, Jurnal Filsafat, Seri 27, 1997

22. Wijaya, Made Hendra. Karakteristik Konsep Negara Hukum Pancasila, Jurnal Advokasi Vol. 5 No.2 September 2015.

23. Y. A. D. Suharno dengan judul “Model Kemitraan Inti-Plasma pada Perkebunan Kelapa Sawit.” Ditulis di Jurnal Agrienvi, Vol. 11, No. 2, Desember 2017.

24. McCarthy, Rob Cramb & John. The Oil Palm Complex: Smallholders, Agribusiness and the State in Indonesia and Malaysia –(2016), Edition: 1st Edition, (Singapura: Publisher NUS Press - National University of Singapore). ISBN: 9789813250420, 9813250429, tahun 2016

C. Peraturan Perundang-Undangan

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Undang-Undang No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan.

3. Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan

4. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

5. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan

6. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

7. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

8. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

10. Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan

11. Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang

12. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja

13. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian.

14. Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 2021 tentang Kemudahan dan Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

15. Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Sistem Sertifikasi ISPO)

16. Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional

17. Peraturan Menteri Pertanian No. 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan

18. POJK 14 Tahun 2023 adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon

19. Department of Agrarian Reform (DAR), Administrative Order No. 2 Series of 1999 on Agribusiness Venture Arrangements (AVA).

D. Hasil Penelitian / Disertasi / Tesis / Skripsi

1. Desiyanti, Christina. “Perjanjian Kemitraan antara Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Petani Plasma di Kabupaten Kotawaringin Timur”, Tesis S2 Magister Kenotariatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tahun 2008.

2. Dewanto, Agus Adi. “Perjanjian Kemitraan dengan Pola Inti-Plasma pada Peternakan Ayam Broiler di Kabupaten Grobogan,” Tesis dari Magister Kenotariatan, Universitas Diponegoro tahun 2005.

3. Ingratubun, B. S. Penerapan Prinsip Keadilan dalam Kemitraan Inti–Plasma, Disertasi, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, tahun 2021.

4. Kunarto, Dimas Kresna. Tinjauan Yuridis terhadap Kontrak Kerja Sama Kemitraan Pola Inti Plasma antara Perusahaan Perkebunan dan Koperasi, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 2024.

5. Meliala, Melita Kristin. “Implementasi Pengawasan dan Penanganan Perkara Kemitraan pada Sektor Perkebunan Kelapa Sawit oleh KPPU”, Tesis Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2023.

6. Novianti, Deni. “Analisis Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Pola Inti-Plasma (KUD Sumber Rezeki–PT Mega Nusa Inti Sawit)” Tesis S2 Magister Kenotariatan, Universitas Gadjah Mada tahun 2025.

7. Purnomosidi, Arie. Negara Hukum Pancasila (Analisis terhadap Undang-Undang Dasar 1945 Pra dan Pasca Amandemen), Tesis Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, tahun 2012.

8. Rizki, Mamur. Konsepsi Negara Kesejahteraan dalam Pancasila dan Undang-Undang 1945, Skripsi Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2017.

9. Sinaga, Rudianto Salmon. “Masalah Hukum dalam Perjanjian Kemitraan Inti-Plasma Perkebunan Kelapa Sawit”, Tesis dari Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Depok, 2011.

E. Artikel & Sumber dari Internet

1. Ahmad Rifai Lubis, “Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa Indonesia,” Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 48 No. 3 (2018), hlm. 123-145, https://doi.org/10.21143 /jhp.Vol48. No. 3.2337

2. Badan Pusat Statistik, Statistik Perkebunan Indonesia 2022.

3. BPS, Nilai Ekspor Kelapa Sawit 2022.

4. EU Deforestation Regulation – laman resmi Komisi Eropa: aturan produk bebas deforestasi dan kewajiban due diligence. Environment

5. FAO, Contract Farming and Smallholder Farmers, (Rome: FAO, 2019), hlm. 12.

6. FAO, Unifrutti in Mindanao: Agribusiness Venture Arrangement Case Study (Rome: FAO, 2013).

7. GAPKI, Laporan Tahunan 2022.

8. MSPO (Malaysia) dan peran FELDA/FELCRA/SALCRA dalam literatur kebijakan sawit Malaysia (kajian pemerintah dan akademik).

9. “Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) to be Made Mandatory by 2019”, Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Februari 2017.

10. NF Aziz dkk., “Barriers and Benefits Arising from the Adoption of [MSPO]”, Sustainability Vol. 13 No. 18 (2021).

11. Philippine Institute for Development Studies (PIDS), Recommendations Toward Successful AVAs, Policy Note No. 2018-12.

12. Republic Act No. 6657 (Comprehensive Agrarian Reform Law of 1988); Republic Act No. 9700 (Comprehensive Agrarian Reform Extension with Reforms of 2009).

13. RSPO, Principles and Criteria for Sustainable Palm Oil Production, 2018.

14. Radbruch, G. (1946). Philosophy of Law. The Philosophical Review, 55(1), hlm.32-45.

15. Republic Act No. 6657/1988 (CARP), RA 9700/2009 (CARPER), kerangka DAR/DARAB dan AVAs (AO No. 09/2006; AO 02/2008).

16. Sawit Watch, Laporan Konflik Sawit 2021, hlm. 7.

17. UNDP, Outgrower Schemes and Inclusive Growth in Africa, (New York: UNDP, 2020), hlm. 8.

F. Putusan Pengadilan

1. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 lahir dari permohonan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang mempermasalahkan frasa “hutan negara” dalam UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

2. Putusan Mahkamah Agung No. 595 K/Pdt/2015.

3. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012

KPPU, Putusan Nomor 02/KPPU-K/2023 tentang Dugaan Pelanggaran Kemitraan PT HIP, 2023.

Downloads

Published

2026-02-06